Minggu, 31 Januari 2016

Faktor Individu dan Sosial yang Mempengaruhi Perkembangan Karir



BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Perkembangan kehidupan merupakan tahap yang berkesinambungan seiring berjalannya waktu dalam setiap diri individu. Diawali dari masa kanak-kanak, remaja, dewasa hingga usia lanjut. Dalam perkembangannya setiap individu dipengaruhi oleh banyak faktor berupa faktor internal yang berasal dari dalam dirinya sendiri dan faktor eksternal yang berasal dari luar dirinya seperti lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, maka manusia pada hakikatnya memiliki dua peran yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Sebagai mahkluk individu manusia dikaitkan dengan pemenuhan kebutuhan hidupnya sendiri dan sebagi makhluk social manusia membutuhklan manusia lain atau lingkungan social untuk kelangsungan hidupnya.
            Terkait dengan hal di atas maka perkembangan kehidupan pribadi seorang individu perlu dipahami. Perkembangan kehidupan pribadi merupakan perkembangan yang terjadi dalam diri individu dalam kaitannya dengan pemenuhan kehidupannya sebagai pribadi yang utuh yang membutuhkan banyak hal dalam kehidupannya baik dari aspek emosional, social, ekonomi, dan sebagainya.
            Perkembangan kehidupan pribadi seseorang berkaitan dengan perkembangan kehidupan sosialnya baik dalam pendidikan, pergaulan, maupun karier. Berkaitan dengan karier, maka masa yang paling rentan dalam penentuan karier seseorang adalah pada masa remaja. Pada masa anak-anak karir yang akrab dikenal sebagai cita-cita hanya sebuah obsesi yang belum dipikirkan realitasnya di kemudian hari. Pada masa remaja lah karir akan dipikirkan dengan matang oleh setiap individu karena masa ini juga merupakan masa persiapan menuju kehidupan dewasa yang menuntut seseorang untuk hidup mandiri dalam segala hal. Oleh karena itu, pemilihan perencanaan karir dibutuhkan sebaik mungkin agar bisa menjadi bekal di kemudian hari. Karier yang direncanakan dan direalisasikan pada saat remaja dengan baik akan berdampak baik pula di masa depannya nanti. Sehingga karir remaja mutlak diperhatikan oleh setiap orang dalam kehidupannya karena hal itu akan berdampak pada keadaan hidupnya di masa mendatang.


1.2  Rumusan Masalah
1.2.1        Apa Yang Dimaksud Dengan Perencanaan Karir ?
1.2.2        Bagaimana Langkah-Langkah Dari Perencanaan Karir ?
1.2.3        Apa Manfaat Dari Perencanaan Karir ?
1.2.4        Faktor-Faktor Apa Saja Yang Mempengaruhi Perkembangan Karir ?

1.3  Tujuan Penulisan
1.3.1        Untuk Mengetahui Pengertian Dari Perencanaan Karir.
1.3.2        Untuk Mengetahui Langkah-Langkah Dari Perencanaan Karir.
1.3.3        Untuk Mengetahui Manfaat Dari Perencanaan Karir.
1.3.4        Untuk Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Karir.
                                                         
1.4  Manfaat Penulisan
1.4.1        Dapat Mengetahui Pengertian Dari Perencanaan Karir.
1.4.2        Dapat Mengetahui Langkah-Langkah Dari Perencanaan Karir.
1.4.3        Dapat Mengetahui Manfaat Dari Perencanaan Karir.
1.4.4        Dapat Mengetahui Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Karir.




  

BAB II
PEMBAHASAN

   2.1 Pengertian Perencanaan Karir
Perencanaan Karir (career planning) terdiri atas dua suku kata, yaitu perencanaan dan karir. perencanaan didefinisikan sebagai proses penentuan rencana atau kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang. sedangkan karir adalah semua pekerjaan yang dilakukan seseorang selama masa kerjanya yang memberikan kelangsungan, keteraturan dan nilai bagi kehidupan seseorang.
Jadi perencanaan karir (career planning) adalah suatu proses dimana individu dapat mengidentifikasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuan-tujuan karirnya.
Melalui perencanaan karir (career planning) setiap individu mengevaluasi kemampuan dan minatnya sendiri, mempertimbangkan kesempatan karir alternative, menyusun tujuan karir, dan merencanakan aktivitas-aktivitas pengembangan praktis.



2.2 Langkah- Langkah Perencanaan Karir
Proses atau langkah-langkah yang akan ditempuh untuk menyusun rencana karir terdiri atas hal-hal berikut ini :
1.      Menilai Diri Sendiri
Hal utama dalam memulai perencanaan karir adalah bertanya atau memahami diri sendiri. Mengenali peluang-peluang, kesempatan-kesempatan, kendala-kendala, pilihan-pilihan, konsekuensi-konsekuensi, keterampilan, bakat dan nilai berhubungan pada kesempatan karir.
2.      Menetapkan Tujuan Karir                                 
Setelah orang dapat menilai kekuatan, kelemahan, dan setelah mendapat pengetahuan tentang arah dari kesempatan kerja, maka tujuan karir dapat diidentifikasi dan kemudian dibentuk.

3.      Menyiapkan Rencana-Rencana                                                  
Rencana tersebut mungkin dibuat dari berbagai macam desain kegiatan untuk mencapai tujuan karir.

4.      Melaksanakan Rencana- Rencana
Untuk mengimplementasika satu rencana kebanyakan diperlukan iklim organisasi yang mendukung. Artinya bahwa manajemen tingkat atas harus mengajak semua tingkatan dari manajemen untuk membantu bawahan mereka dalam meningkatkan karir mereka.



2.3 Manfaat Perencanaan Karir
Adapun manfaat dari perencanaan karir yaitu :
1.            Menurunkan tingkat perputaran karyawan (turnover), dimana perhatian terhadap karir individual dalam perencanaan karir yang telah ditetapkan akan dapat meningkatkan loyalitas pada perusahaan di mana mnereka bekerja, sehingga akan memungkinkan menurunkan tingkat perputaran karyawan.
2.            Mendorong pertumbuhan, dimana perencanaan karir yang baik akan dapat mendorong semangat kerja karyawan untuk tumbuh dan berkembang. Dengan demikian motivasi karyawan dapat terpelihara.
3.            Memenuhi kebutuhan-kebutuhan organisasi akan sumber daya manusia di masa yang akan datang.
4.            Memberikan informasi kepada organisasi dan individu yang lebih baik mengenai jalur potensial karir di dalam suatu organisasi.
5.            Mengembangkan pegawai yang dapat dipromosikan, perencanaan karir membantu membangun penawaran internal atas talenta yang dapat dipromosikan untuk mempertemukan dengan lowongan yang disebabkan oleh masa pension, berhenti bekerja dan pengembangan.
6.            Menyediakan fasilitas bagi penempatan internasional, organisasi global menggunakan perencanaan karir untuk membantu mengidentifikasikan dan mempersiapkan penempatan di luar negeri.
7.            Membantu menciptakan keanekaragaman angkatan kerja, ketika mereka diberikan bantuan perencanaan karir, pekerja dengan latar belakang berbeda dapat belajar tentang harapan-harapan organisasi untuk pertumbuhan sendiri dan pengembangan.
8.            Membuka jalan bagi karyawan yang potensial, perencanaan karir memberikan keberanian kepada karyawan untuk melangkah maju kemampuan potensial mereka karena mereka mempunyai tujuan karir yang spesifik, tidak hanya mempersiapkan pekerja untuk lowongan di masa depan.
9.            Mengurangi kelebihan, perencanaan karir menyebabkan karyawan, manajer dan departemen sumber daya manusia menjadi berhati-hati atas kualifikasi karyawan, mencegah manajer yang mau menang sendiri dari pembatasan sub-ordinate kunci.
10.        Membantu pelaksanaan rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui, perencanaan karir dapat membantu anggota kelompok agar siap untuk jabatan-jabatan penting, persiapan ini akan membantu pencapaian rencana-rencana kegiatan yang telah disetujui.
 

2.4 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Perkembangan Karir
Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap perkembangan karir yaitu :
1.      Faktor-faktor yang berpengaruh pada diri individu. Faktor-faktor ini meliputi:
a)      Kemampuan intelegensi                              
Pada hakikatnya tes intelegensi memiliki kecendrungan untuk mengukur kemampuan pembawaan yang ada pada diri individu. Perbedaan intelegensi itu bukanlah terletak pada kualitasnya tetapi pada taraf intelegensi itu sendiri.
b)      Bakat
Bakat merupakan suatu kondisi, suatu kualitas yang dimiliki individu untuk berkembang di masa yang akan mendatang.
c)      Minat
Minat adalah suatu perangkat mental yang terdiri dari kombinasi, perpaduan dan campuran dari perasaan, harapan, prasangka, cemas, takut dan kecendrungan lain yang bisa mengarahkan individu kepada suatu pilihan tertentu.
d)     Sikap
Sikap adalah suatu kesiapan pada seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu, yang cendrung stabil dimiliki oleh individu dalam mereaksi terhadap dirinya sendiri.
e)      Kepribadian
Kepribadian diartikan sebagai suatu organisasi yang dinamis di dalam individu dari sistem-sistem psikofisik yang menentukan penyesuaian-penyesuaian yang unik terhadap lingkungannya.
f)       Nilai
Nilai adalah sifat-sifat atau hal-hal yang penting atau berguna bagi kemanusiaan. Dimana nilai bagi manusia dipergunakan sebagai patokan dalam melakukan tindakan.
g)      Hobi atau kegemaran
Hobi adalah kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan individu karena kegiatan tersebut merupakan kegemarannya atau kesenangannya.kegemaran seserang dalam bidang karang-mengarang, tulis-menulis artikel,memiliki kecendrungan untuk menentukan arah pilihan jabatan yang sesuai dengan hobinya
h)      Prestasi
Penguasaan terhadap materi pelajaran dalam pendidikan yang sedang ditekuninya oleh individu berpengaruh terhadap arah pilih jabatan dikemudian hari.
i)        Keterampilan
Keterampilan yang dapat pula diartikan sebagai cakap atau cekatan dalam mengerjakan sesuatu atau dapat diartikan sebagai penguasaan individu terhadap suatu perbuatan.
j)        Penggunaan waktu senggang.
Kegitan-kegiatan yang dilakukan diluar jam pelajaran disekolah digunakan untuk menunjang hobinya atau rekreasi.
k)      Aspirasi dan Pengetahuan Sekolah atau Pendidikan sambungan
Aspirasi dengan pendidikan sambungan yang diinginkan yang berkaitan dengan perwujudan dari cita-citanya.
l)        Pengalaman kerja
Pengalaman kerja yang pernah dialami siswa pada waktu duduk di sekolah atau di luar sekolah.
m)    Pengetahuan tentang dunia kerja
Pengetahuan yang sementara ini dimiliki anak, termasuk dunia kerja, persyaratan, kualifikasi, jabatan, structural, promosi jabatan, gaji yang diterima hak dan kewajiban tempat pekerjaan itu berada dan lain2.
n)      Kemampuan dan keterbatasan fisik dan penampilan lahiriah
Kemampuan fisik dapat berupa tinggi badan, berat badan, gaya bicara, dsb.
o)      Masalah dan keterbatasan Pribadi
Masalah atau problema dari aspek diri sendiri ialah selalu ada kecenderungan yang bertentangan apabila menghadapi masalah tertentu.

2.        Faktor-faktor sosial yang berpengaruh terhadap pola atau pilih jabatan
Di samping faktor yang ada dalam diri individu kelompok juga memililki kecendrungan yang berpengaruh terhadap pola pilihan jabatan. Kelompok tersebut terbagi:
a.      Kelompok Primer
Kelompok primer yaitu kelompok yang erat hubungannya dengan individu. Kelompok ini diwarnai oleh bentuk-bentuk hubungan yang bersifat pribadi dan akrab dan terjadi secara terus menerus; keluarga merupakan bentuk kelompok primer yang memiliki kemantapan dan kompak.
Murray, memandang keluarga itu sebagai suatu lembaga sosial, ia membagi fungsi keluarga itu atas dua dasar pokok, yang masing-masing disebut, basic and secondary yaitu:
1.      Fungsi dari keluarga itu tidaklah hanya mkerupakan sesatuan biologis, tetapi juga merupakan bagian dari hidup bermasyarakat (social cell).
2.      Bahwa keluarga itu mempunyai kewajiban untuk meletakkan dasar-dasar pendidikan. Faktor-faktor sosial yang berhubungan dengan kelompok primer yang berpengaruh terhadap arah pilih jabatan, diantaranya;
1.      Jenis pekerjaan dan penghasilan orang tua
2.      Pendidikan tertinggi orang tua
3.      Tempat tinggal orang tua
4.      Status sosial ekonomi orang tua
5.      Suku bangsa, agama, dan kepercayaan yang dianut orang tua
6.      Keadaan lingkungan sekitar tempat tinggal orang tua
7.      Harapan orang tua terhadap pendidikan anak
8.      Sikap dan tanggapan orang tua terhadap teman-teman anaknya
9.      Pekerjaan yang didambakan dan dicita-citakan orang tua terhadap anaknya
10.    Kedudukan dan peranan anak dalam keluarga
11.    Hubungan dan sikap saudaranya terhdap anak
12.    Nilai-nilai dan norma-norma yang dimiliki dan dianut orang tua.

b.      Kelompok Sekunder
Kelompok sekunder yaitu kelompok yang tidak erat hubungannya dengan individu tetapi mempunyai tujuan yang sama. Kelompok ini didasarkan atas kepentingan-kepentingan tertentu yang mewarnai aktivitas, gerak-gerik kelompok itu.
Keberadaan dan aktifitas kelompok sekunder ini tidak tergantung pada hubungan pribadi secara akrab, meskipun hubungan anggota tetap ada. Kelompok sekunder yang berpengaruh terhadap arah pilih jabatan anak diantaranya:
1.      Keadaan teman-teman sebaya
2.      Sifat dan sikap teman-teman sebaya
3.      Tujuan dan nilai-nilai dari kelompok teman sebaya





BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan
       
Perencanaan karir berhubungan erat dengan masa depan perusahaan atau individu sendiri, karena perencanaan karir yang berarti proses di mana sesorang menyeleksi tujuan karir dan arus karir untuk mencapai tujuan yang direncanakan merupakan suatu gambaran masa depan perusahaan atau individu tersebut. Semakin bagus rencananya maka semakin bagus pula hasil dari rencana tersebut, dan sebaliknya semakin jelek suatu rencana individu atau perusahaan maka hasil yang didapatkan juga buruk.
Perencanaan karir memiliki banyak manfaat, selain untuk menata masa depan perencanaan karir juga berfungsi untuk kedisiplinan dalam bekerja, karena perencanaan karir dapat menjadi patokan dan cambuk motivasi agar rencana tersebut dapat dicapai.

3.2  Saran
Sebaiknya rencanakanlah terlebih dahulu karir anda agar masa depan anda lebih terfokus dan lebih terencana untuk dicapai. Jika berkarir tanpa rencana maka hasilnya tidak akan terarah dan bisa jadi karir anda akan menjadi hancur.









DAFTAR PUSTAKA


Robikarangga.2012 “Makalah Tentang Karir”.Tersedia pada :
Soviabintangaurora.2012“Dinamika Faktor-Faktor yang Berpengaruh”.Tersedia pada:http://soviabintangaurora.blogspot.co.id/2012/12/dinamika-faktor-faktor-yang-berpengaruh.html








Tidak ada komentar:

Posting Komentar